IMG 0064

Kendari, Pelaksanaan pengamanan di dalam Lapas/Rutan tidak lepas dari petugas Pintu Utama (P2U). dimana P2U harus mampu mencegah dan mengamankan pintu utama dari masuk/keluarnya orang dan barang secara tidak sah, serta mampu memeriksa dan menggeledah setiap orang taNpa kecuali termasuk pejabat, petugas, pengunjung dan pihak lainnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tenggara, Sofyan menegaskan hal tersebut pada saat membuka kegiatan pembukaan pendidikan dan pelatihan teknis pengamanan bagi Petugas Pintu Utama(P2U) pada Lapas dan Rutan di Hotel Venus Kendari(03/04/2017). Kegiatan yang diikuti sebanyak 30 orang peserta dari Lapas/Rutan yang berada di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Sulawesi Tenggara.

Dengan diadakan diklat ini diharapkan para petugas P2U nantinya agar mempunyai pengetahuan dan pemahaman dalam pelaksanaan pengamanan didalam Lapas/Rutan secara cepat, responsive dan terkoordinasi sesuai dengan peraturan Perundang-undangan dan SOP yang berlaku.

Dalam sambutannya, sofyan mengatakan bahwa tantangan pemasyarakatan semakin hari kian berat. dimana sarana prasarana terbatas, tingkat kriminalitas kian hari kian bertambah yang mengakibatkan terjadinya over kapasitas didalam lapas/Rutan dan diperparah jumlah petugas yang terbatas. Oleh karenanya diperlukan profesionalitas dari setiap petugas dalam menjalankan tugas.

Setiap petugas harus waspada jangan-jangan dalam pelaksanaan pengamanan guna menciptakan suasana yang kondusif didalam Lapas dan Rutan. Ucap Kakanwil.

Lebih lanjut kakanwil mengharapkan pada para peserta yang mengikuti diklat ini dapat memiliki kemampuan yang jeli dan cermat, mampu mencegah dan mengamankan pintu utama dari masuk/keluarnya orang dan barang secara tidak sah, serta mampu memeriksa dan menggeledah setiap orang tanpa kecuali. (http://sultra.kemenkumham.go.id)