212

 

Di zaman yang serba canggih seperti sekarang, hampir semua kegiatan yang dilakukan manusia dijalankan secara otomatis dan praktis. Tidak lagi menggunakan tenaga kerja manusia dengan cara manual, melainkan dengan mesin, robot, atau komputer. Hampir seluruh bidang mulai bergerak menggunakan teknologi modern.

 

BPSDM Hukum dan HAM sebagai lembaga diklat di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM juga telah mengikuti perkembangan yang serba canggih ini, yaitu mulai tahun 2015 peserta pelatihan di BPSDM Hukum dan HAM telah bertransisi ke sistem tes komputerisasi CBT (Computer Based Test) untuk mengukur kemampuan peserta pelatihan dalam mengerjakan ujian.

 

BPSDM Hukum dan HAM menggunakan CBT dalam proses diklat baik untuk kegiatan pre-test maupun post-test, serta digunakan juga dalam ujian inpassing pada jabatan fungsional Penyuluh hukum, analis imigrasi,serta terakhir digunakan untuk tes kemampuan Bahasa inggris di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM.

 

Tujuan BPSDM Hukum dan HAM menggunakan sistem CBT adalah :

  1. Meningkatkan mutu, fleksibilitas dan kehandalan ujian peserta pelatihan,
  2. Memperlancar proses pengadaan ujian,
  3. Mempercepat perolehan hasil ujian peserta pelatihan secara detail
  4. Demi mengurangi tingkat kecurangan yang selama ini muncul dalam ujian berbasis kertas (Paper Based Test).

 

Beberapa manfaat yang diperoleh dengan ujian berbasis computer (UBK) antara lain:

  1. Minimnya kemungkinan soal yang terlambat datang, tertukar dan ketidakjelasan hasil cetak   soal,
  2. Proses pengumpulan dan penilaian jauh lebih mudah,
  3. Hasil ujian nasional dapat diumumkan jauh lebih cepat,
  4. UBK mendorong terwujudnya efektifitas, efisiensi, dan transparansi penyelenggaraan Ujian.