08112019b

Depok - Dalam era Revitalisasi Pemasyarakatan nantinya peranan Balai Pemasyarakatan (Bapas) akan semakin kokoh sebagai ujung tombak dari pemasyarakatan, dimana peran JFT Pembimbing Kemasyarakatan yang akan menentukan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ditempatkan di Lapas Super Maximum; Maximum, Medium, atau Minimum Security.

Hal itu disampaikan dalam sambutan Kepala Pusat Pengembangan Diklat Fungsional dan HAM (Kapus Fungham), Pocut Eliza saat menutup kegiatan pelatihan Fungsional Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Pertama Angkatan XVII, Di Guest House BPSDM Hukum dan HAM (08/11/2019.

Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam menyelenggarakan suatu Pelatihan, berhasilnya suatu Pelatihan bukan hanya ditentukan oleh output yang berupa jumlah alumni peserta pelatihan akan tetapi juga ditentukan oleh outcome alumni pelatihan untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam pelaksanaan tugas saudara sehari-hari sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Harapan yang paling mendasar khususnya dalam pelaksanaan pelatihan ini, tidak hanya sekedar memberikan bekal pengetahuan melainkan bagaimana petugas Pembimbing Kemasyarakatan dapat memberikan pelayanan prima terhadap setiap klien selaras dengan cita-cita Pemasyarakatan.

“Tingkatkan kompetensi dan profesionalisme sebagai Pembimbing Kemasyarakatan dan tetap menerapkan nilai PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif)”. Pungkas Pocut Eliza

Sementara itu Kepala Bidang Penyelenggaraan, Mamur Saputra dalam laporannya mengumumkan berdasasarkan hasil evaluasi pelatihan Fungsional Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Pertama Angkatan XVII dinyatakan lulus semua, dengan peringkat 5 (lima) besar:

PERINGKAT

NAMA

UNIT

NILAI

I

Ghina Sai’dah

Bapas Klas II Samarinda

89,77

II

Kharunia Nur Hidayat

Bapas Klas II Jakarta Barat

89,23

III

Indri Cahyani

Bapas Klas II Magelang

89,18

IV

Cassis Merinthia A

Bapas Klas I Cirebon

87,74

V

Rahmiati Aulia

Bapas Klas I Padang

87,58

08112019

08112019e