20052019

Jakarta _ Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM, Mardjoeki memimpin upacara peringatan hari Kebangkitan Nasional ke- 111 yang diikuti seluruh pejabat dan pegawai pada 11 Unit Utama di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), bertempat di lapangan Upacara Kemenkumham, Kuningan Jakarta Selatan (20/5/019).

Kepala BPSDM Hukum dan HAM, Mardjoeki dalam amanatnya saat membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan, telah lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, kita membuktikan bahwa mampu menjaga persatuan sampai detik ini.

“Oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia,” Tambah Mardjoeki.

Selain itu pesan yang tertuang dalam pidato ini juga mengenai semangat gotong-royong. Di kutip dari perkataan Bung Karno, "Jika kuperas yang lima ini menjadi satu, maka dapatlah aku satu perkataan yang tulen, yaitu perkataan gotong royong. Gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjoangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama! Itulah Gotong Royong!”

Mengusung tema “BANGKIT UNTUK BERSATU”, Peringatan  Kebangkitan Nasional tahun ini mempunyai makna dan tujuan untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan moral dan etika berbangsa dan bernegara, mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi bangsa kita ke depan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di akhir pidatonya Mardjoeki mengajak agar kita semua sebagai sesama anak bangsa secara sadar memaknai peringatan kali ini dengan memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas global.

20052019d