29012019

Depok – E-learning di lingkungan Kemenkumham sudah diatur melalui Permenkumham Nomor 10 tahun 2017, di sana diatur bahwa pelatihan harus disampaikan oleh sosok yang menguasai materi di sinilah perlu adanya training of trainer. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM, Mardjoeki pada Kegiatan Pembukaan Training Of Trainer (ToT) Pelatihan Metode E-learning. Bertempat di Gedung Serba Guna (29/01/2019).

Lebih lanjut Mardjoeki menyampaikan bahwa ToT tentu bukan sekadar hanya untuk menguasai materi, tetapi perlu adanya penguatan. Esensi penguatan itu dimaksudkan untuk pencapaian target human capital, yaitu subyek yang perlu disikapi untuk siap menghadapi tantangan. SDM yang dapat disebut sebagai modal dasar pengembangan kompetensi untuk mendorong visi dan tujuan. ToT perlu mengembangkan prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa atau dikenal andragogi.

Metode pembelajaran e-learning yang akan diterapkan pada peserta 17.411 sebagai hasil penerimaan CPNS tahun 2017, nantinya dapat betul-betul menjadi sosok yang dapat mentransferkan pengetahuan. Awal mereka mengenal BPSDM, harapannya menjadi awal perkenalan yang positif.

Simulasi memerankan pelatihan elearning dapat dilakukan melalui ToT ini. Mari kita mengembangkan pelatihan e-learning dengan baik. Tegasnya

Sebelumnya dalam laporan persiapan kegiatan Kepala Bidang Evaluasi dan Laporan, Hadrison mengungkapkan bahwa tujuan Training Of Trainer (ToT) Pelatihan Metode E-learning adalah membekali calon pengajar agar mampu merencanakan dan melaksanakan metode pembelajaran efektif sehingga dapat memenuhi jumlah tenaga pengajar yang dibutuhkan.

Penyelenggaran Training Of Trainer (ToT) Pelatihan Metode E-learning diikuti sebanyak 40 peserta dengan jumlah keseluruhan jam pelajaran sebanyak 19 Jam Pelajaran.

29012019a

29012019d