12122018

Depok - Pada dasarnya setiap individu itu sudah memiliki integritas serta pengalamannya, persoalannya adalah bagaimana mensinergikan integritas dalam interaksi dengan kelompok lain. Lingkungan sosial sudah mengalami dinamika perubahan yang sangat luar biasa, sehingga membutuhkan kemampuan kepekaan.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM, Mardjoeki saat membuka kegiatan Pengembangan Kompetensi melalui peningkatan Budaya Integritas bagi Widyaiswara dan Dosen di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM, bertempat di Ruang Kelas F (12/12/2018).

Lebih lanjut bahwa perkembangan teknologi informasi misalnya, sudah mampu merubah budaya. Perubahan itu tidak hanya bagi orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Hal demikian membutuhkan penyiapan pengembangan kompetensi aparatur agar lebih siap menghadapi perubahan, terutama pembudayaan integritas.

Menurut Mardjoeki Transformasi budaya integritas tentu akan lebih cepat dilakukan melalui dunia pendidikan yang dipelopori dosen dan widyaiswara. Pembudayaan itu dapat dilakukan melalui metode pembelajaran yang terintegrasi antara materi substansi dengan nilai-nilai integritas.

Tuntutan pembudayaan integritas untuk menyiapkan aparatur memang berat. Langkah itu terutama menjadi tantangan para dosen, sebagaimana sorotan inovasi layanan dari instansi pemasyarakatan dan imigrasi. Berbagai penghargaan telah diberikan yang patut kita berbangga karena ada 10 satuan kerja yang dinyatakan sebagai Wilyah Bebas Korupsi dan Wilayah Bersih. Namun capaian kinerja yang baik itu juga seringkali terciderai oleh penyelewengan sehingga prestasi itu menjadi runtuh.

Para dosen di pemasyarakatan dan imigrasi sangat diharapkan kiprahnya untuk ikut membangun budaya integritas. Pengintegrasian pembelajaran dengan nilai-nilai integritas menjadi salah satu langkah yang dapat dikembangkan. Integritas itu dibangun dari setiap detik, menit, jam, dan hari sehingga membutuhkan integrasi pembelajaran dan materi belajar.

Dosen dan widyaiswara memiliki posisi yang strategis, karena menjadi sumber penyampai kebaikan. Oleh karenanya, pengembangan kompetensi untuk membangun budaya integritas menjadi penting melalui pengemasan baru integrasi pembelajaran untuk dapat disampaikan dalam pembelajaran.

“Semua tidak mudah, namun segala pengalaman masing-masing akan menjadi mudah”. Ungkap Mardjoeki

12122018b

12122018a