28112018

Bogor – Lingkungan pengendalian, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan yang diterapkan secara terintegrasi, menjadi lima unsur penting dalam mewujudkan SPIP yang kuat dan Efektif. Hal itu disampaikan Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM, Chairani Idha saat membuka Workshop Penyusunan Laporan SPIP (Sistem Pengendalian Intern Pemerintah), bertempat di Hotel 101 Bogor. (28/11/2018)

Lebih lanjut Sekretaris BPSDM Hukum dan HAM mengharapkan penerapan SPIP bukan sekedar formalitas untuk memenuhi suatu ketentuan perundang-undangan, akan tetapi dapat diterakan sebagai budaya atau kultur pengendalian (Control Cultur) yang menjadi bagian dari budaya organsasi.

Dijelaskannya bahwa pembangunan SPIP yang berkelanjutan dan berkesinambungan untuk menciptakan pelaporan keuangan yang handal, kegiatan yang efektif dan efesien, taat peraturan serta iklim yang kondusif untuk mencegah korupsi serta memperkuat akuntabilitas.

Kepala Bagian Keuangan, Rosmira Seniarsih saat membacakan laporan penyelenggaran mengungkapkan bahwa tujuan diselenggarakannya Workshop Penyusunan Laporan SPIP adalah meningkatkan pemahaman bagi pejabat dan pegawai mengenai SPIP, mengidentifikasi resiko dan area perbaikan serta memaksimalkan pengawasan.

Workshop Penyusunan Laporan SPIP diikuti sebanyak 30 orang dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 28 – 30 November 2018.

28112018A

28112018C