01112018aa

Tangerang - Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Kampus dan Asrama Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP) dan Politeknik Imigrasi (POLTEKIM) di Kawasan Tanah Tinggi Cikokol Kota Tangerang, Banten. Pembangunan kedua Politeknik ini bertujuan untuk menambah daya tampung Taruna yang lebih banyak, sekaligus diharapkan agar pelaksanaan pengajaran, pelatihan dan pengasuhan dapat dilakukan lebih baik lagi.

Hadir pula pada kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan dan Politeknik Imigrasi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Wakil Gubernur Banten, Direktur Jenderal Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di Lingkungan Kemenkumham dan Para undangan.

Pembangunan kampus POLTEKIP dan POLTEKIM Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di atas lahan seluas 20,4 hektar nantinya diperkirakan dapat menampung sebanyak 2.000 taruna dan taruna POLTEKIP dan POLTEKIM.

Masalah peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia merupakan hal yang tidak dapat ditawar tawar lagi, karena dinamika dan percepatan perubahan lingkungan strategis sangat berpengaruh pada pelaksanaan tugas Kementerian Hukum dan HAM.

Menkumham menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kepala Badan Kepegawaian Negara, Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang, serta pihak terkait yang telah bersinergi dalam proses pembangunan Gedung Kampus Politeknik Ilmu Pemasyarakatan dan Politeknik Imigrasi.

Sementara itu Kepala BPSDM Hukum dan HAM, Mardjoeki dalam laporannya menyampaikan Saat ini secara kuantitas, jumlah peserta didik/siswa Politeknik Ilmu Pemasyarakatan dan Imigrasi meningkat secara siginifikan dibandingkan sebelumnya karena meningkatnya jumlah penerimaan siswa/taruna pada periode tiga tahun terakhir, sehingga jumlah siswa di kedua politeknik saat ini mencapai 1.424 taruna.

Meningkatnya jumlah siswa/si selain berdampak pada kebutuhan daya tampung kampus baik kelas maupun asrama pendidikan yang terdapat di Kampus Pengayoman gandul-cinere, yang hanya mampu menampung 360 siswa.

01112018

01112018a

01112018b