12042018

Depok – Dalam perspektif system peradilan pidana secara umum, profesi pembimbing kemasyarakatan memiliki peran vital karena salah satu output yang dihasilkan adalah penelitian kemasyarakatan (litmas) sebagai rekomendasi yang kemudian menjadi bahan pertimbangan kepada seluruh aparat penegak hukum dalam pengambilan keputusan terhadap para pelanggar hukum,

hal itu disampaikan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Fungsional dan HAM, Pocut Eliza saat menutup kegiatan Pendidikan dan pelatihan Pembimbing Kemasyarakatan Angkatan II di Guest house (12/04/2018).

Menurutnya Pembimbing Kemasyarakatan memiliki kedudukan penting dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Balai Pemasyarakatan, lebih luas lagi dalam perannya sebagai ujung tombak pemasyarakatan dalam pelaksaan sistem peradilan pidana terpadu.

Tugas seorang pembimbing kemasyarakatan masih panjang dan tantangan kedepan semakin membentang dalam penegakan hukum di Indonesia, ditangan pembimbing kemasyarakatan yang profesioanal masa depan dan eksistensi pemasyarakatan dititipkan, tegas pocut.

Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pembimbing Kemasyarakatan Angkatan II yang telah dilaksanakan selam 18 hari yaitu dari tanggal 26 maret sampai dengan 12 april 2018 mampu menghasilkan 40 orang kader pembimbing kemasyarakatan dimana 20 orang dinyatakan lulus dengan predikat baik sekali, 18 orang lulus dengan predikat baik dan 2 orang dengan predikat baik lulus dengan syarat.

12042018a

12042018b