65301379 327072981517324 349727680695894016 n

SEMARANG – Sebanyak delapan puluh (80) peserta mengikuti pembukaan Pelatihan Teknis Pengamanan Bagi Kepala Regu Pada Lapas dan Rutan TA 2019 yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Hukum dan HAM Jawa Tengah di Aula Lantai 3 Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah pada Senin, (24/06).

Pembukaan Pelatihan Teknis Pengamanan Bagi Kepala Regu Pada Lapas dan Rutan TA 2019 dihadiri oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM Kementerian Hukum dan HAM RI, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Kepala Pusat Pengembangan Diklat Tekpim BPSDM Hukum dan HAM Kementerian Hukum dan HAM RI, Kepala BPSDMD Provinsi Kalimantan Tengah dengan jajaran, Balai Diklat Keagamaan Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Sekretaris Badan BPSDMD Provinsi Jawa Timur, Pimpinan Tinggi Pratama Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Kepala UPT Se Eks Karesidenan Semarang, dan Pejabat Administrator Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah.

Kasie Penyelenggara, Meivita Dewi W., mengawali kegiatan dengan menyampaikan laporan bahwa Pelatihan Teknis Pengamanan Bagi Kepala Regu Pada Lapas dan Rutan TA 2019 diselenggarakan sebagai salah satu perwujudan peningkatan SDM ASN dalam ranah pelayanan publik di bidang pemasyarakatan. Pelatihan Teknis Pengamanan Bagi Kepala Regu Pada Lapas dan Rutan TA 2019 dilaksanakan selama 7 hari terhitung dari tanggal 23-29 Juni 2019 bertempat di Hotel @HOM Jl. Pandanaran No. 119, Semarang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah yang diwakili oleh Kadiv Imigrasi, Ramli H.S, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada para peserta yang hadir pada kegiatan Pelatihan Teknis Pengamanan Bagi Kepala Regu Pada Lapas dan Rutan TA 2019. Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa dengan diadakannya diklat ini peserta dapat bekerja lebih giat lagi dan terus menggelorakan semangat WBK/WBBM dalam bekerja.

Sambutan selanjutnya diberikan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM Kementerian Hukum dan HAM RI, Dr. Mardjoeki, yang kembali menegaskan bahwa ASN memiliki hak untuk mengembangkan pengetahuan mereka sehingga diadakanlah kegiatan pelatihan teknis untuk membantu meningkatkan profesionalitas ASN dalam bekerja.

Semakin berkembangnya zaman, semakin berbeda pula cara penanganan dalam Lapas dan Rutan. Materi-materi yang disusun dalam Pelatihan Teknis Pengamanan Bagi Kepala Regu Pada Lapas dan Rutan yang diberikan bertujuan untuk membantu Kepala Regu dalam menghadapi perubahan dinamika yang terjadi akibat perkembangan zaman.

“Wawasan ASN haruslah luas, dalam hal ini kepala regu karena kini tahanan dapat berasal dari berbagai macam kalangan yang memiliki wawasan yang tinggi. ASN perlu mengetahui perkembangan teknologi, harus mampu membangun jaringan, harus mampu berinovasi, dan punya integritas tinggi dalam bekerja,” papar Dr. Mardjoeki.

Pada tahun 2024, pemerintah mencanangkan telah tercapainya SMART ASN yang dimulai sejak saat ini dengan menggalakkan program reformasi birokrasi sehingga ASN Indonesia memiliki kualitas dan profesionalitas yang dapat bersaing di kelas dunia.

Pada akhir sambutan, Dr. Mardjoeki menutupnya dengan mengutip Warren Buffet, yaitu “In looking for people to hire, you look for three qualities: integrity, intelligence and energy. And if they don’t have the first, the other two will kill you.”

Kegiatan dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai bentuk simbolis peresmian pembukaan Pelatihan Teknis Pengamanan Bagi Kepala Regu Pada Lapas dan Rutan serta berfoto bersama dengan seluruh peserta Pelatihan Teknis.

#Kemenkumham #KolaborasiBerkinerja #JatengGayeng
(Humas)

65226276 327073021517320 2330646458232995840 n

65205104 327074838183805 5115149356244140032 o