54228925 269936853897604 1034643272120664064 n

Semarang (18/03/2019) — Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM (BPSDM) Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, DR Mardjoeki, membuka secara langsung Pelatihan Teknis Pengamanan Bagi Petugas Pintu Utama (P2U) pada Lapas dan Rutan Tahun Anggaran 2019 di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Semarang. Kegiatan diklat yang direncanakan dilaksanakan dalam 3 (tiga) Angkatan dengan jumlah total 120 (seratus dua puluh) orang yang berasal dari 10 Kantor Wilayah yang menjadi wilayah kerja Badiklat Hukum dan HAM Jawa Tengah, dan diselenggarakan selama 7 (tujuh) hari mulai tanggal 17 – 23 Maret 2019 dibuka dan diawali dengan persembahan kreasi seni Tari Cindai dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Semarang membawa kemeriahan acara pembukaan.

Hadir dalam acara ini, Kepala Pusat Pengembangan Teknis dan Kepemimpinan BPSDM, Indro Purwoko, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Sutrisman, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas pada jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah serta hadir pula Kepala Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Semarang, Emmilya Rosa, dan perwakilan dari MAKO BRIMOB Polda Jawa Tengah.

Mengawali acara, Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan HAM Jawa Tengah, Kaswo, menyampaikan laporan bahwa Pelatihan Teknis Pengamanan Bagi Petugas Pintu Utama (P2U) pada Lapas dan Rutan Angkatan I dan II yang diikuti oleh 80 orang peserta yang dimulai pada pagi tadi merupakan pelatihan yang sangat strategis dalam pembentukan kompetensi Petugas Pintu Utama. Tujuan Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Teknis Pengamanan Petugas Pintu Utama pada Lapas dan Rutan adalah mengembangkan kompetensi bagi Petugas Pintu Utama yang akan berperan dalam melaksanakan tugas dan fungsi di Unit Pelaksana Teknis masing-masing

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Sutrisman, dalam sambutan selamat datang bagi peseta pelatihan berharap agar para peserta diklat Petugas Pintu Utama (P2U) pada Lapas dan Rutan ini agar lebih tangguh, tanggap dan terampil serta berdedikasi tinggi, serta tertanam disiplin yang tinggi dalam menjalankan tugas pengamanan dan penertiban, berdedikasi dan loyalitas terhadap organisasi, berkemampuan menjaga reputasi diri dan instansi, memiliki motivasi yang tinggi untuk meningkatkan pengetahuan serta prestasi yang baik dalam melaksanakan tugas pemasyarakatan yang tidak mudah, dan penuh tantangan. Sutrisman juga memberikan penekanan untuk Integritas dan disiplin serta etos kerja tinggi agar menjadi fokus prioritas dalam revitalisasi pemasyarakatan yang sekarang sedang menjadi konsentrasi penuh setiap insan pemasyarakatan.

Dalam sambutan sekaligus arahannya Kepala BPSDM Kementerian Hukum dan HAM RI, DR. Mardjoeki, menekankan dan memberi masukan, bahwa Pelatihan dan Pendidikan Peningkatan kualitas melalui pelatihan dan pendidikan menjadi kunci peningkatan kualitas SDM aparatur yang professional dan berkualitas. Melalui kegiatan pengembangan pendidikan dan pelatihan sebagai instrument penguatan kapasitas SDM aparatur negara dalam rangka memaksimalkan kinerja dengan pengalaman dan pendidikan yang lebih luas berdampak kepada etos kerja dan psikologi SDM untuk meningkatkan kinerjanya.

Lebih lanjut, Mardjoeki mengatakan bahwa integritas, kecerdasan, dan energi merupakan komponen utama yang diperlukan dalam diri seorang Petugas Pintu Utama. Beliau memberikan apresiasi kepada CPNS 2017 yang mampu membuktikan integritasnya yang masih terpelihara dengan baik.

"Ada empat (4) hakekat petugas PAS, yaitu integritas, kemanusiaan, kapasitas profesional, dan kesesuaian pribadi. Maka diadakan pelatihan P2U supaya bisa meningkatkan kualitas pribadi para petugas dan meningkatkan kapasitas nya untuk menjadi lebih baik," ungkapnya.

Mardjoeki menyampaikan pula bahwa telah ada Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 42 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pelatihan Teknis Pemasyarakatan sebagai panduan dan referensi bagi para penyelenggara diklat untuk lebih memfokuskan kepada kebutuhan – kebutuhan pelatihan yang riil dengan berdasarkan analisa kebutuhan diklat khususnya di bidang Pemasyarakatan nantinya.

Dalam kesempatan ini, Kepala BPSDM Kementerian Hukum dan HAM RI juga melakukan launching Program Pelatihan Balai Diklat Hukum dan HAM Jawa Tengah Tahun 2019, yang terdiri dari 11 Kegiatan Diklat yang bersifat Klasikal dan 8 kegiatan pelatihan E-Learning yang merupakan salah satu kontribusi dari Badiklat Hukum dan HAM Jawa Tengah menghasilkan ASN yang berintegritas, profesional, berkarakter, dan berkompeten, dan mampu bersinergi untuk menciptakan iklim birokrasi yang efektif, efisien, bersih dari korupsi dan siap melayani.

Di akhir acara, Kepala BPSDM mengutip pernyataan dari *Warren Buffett,* - seorang pebisnis ulung Amerika, Investor dan Pembicara- yang menyatakan bahwa :
“Somebody once said that in looking for people to hire, you look for three qualities: integrity, intelligence, and energy. And if you don't have the first, the other two will kill you. You think about it; it's true ..... untuk mengingatkan kembali kepada kita semua, insan Pengayoman, bahwa INTEGRITAS adalah hal yang paling utama.

KEMENKUMHAM #KolaborasiBerkinerja
"AlwaysTheBest"

(Humas Badiklatkumham Jateng)

54256215 269936877230935 905721651113492480 n

54279625 269936900564266 2052337426470273024 n

54217421 269937173897572 310553524507246592 n

53661784 269937300564226 589781670681378816 n