6a8380a2 861c 46e2 b8c0 99095ad8db5f
 
Semarang - Balai Diklat Hukum dan HAM Jawa Tengah melakukan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan TA 2018  di Hotel Gets Semarang pada Selasa, pagi ini (26/02/2019).
 
 
Kegiatan ini sekaligus dalam rangka Pemantapan Program Kerja TA 2018 serta Penyusunan Rencana Program Kerja dan Anggaran Badiklat Hukum dan HAM Jawa Tengah tahun 2020. Kegiatan Evaluasi dan Pemantapan Program ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Kepala Divisi Administrasi, Pejabat Administrator pada Divisi Administrasi serta Pejabat Pengawas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, dan diikuti pula oleh seluruh jajaran pejabat pengawas dan pelaksana di lingkungan Balai Diklat Hukum dan HAM Jawa Tengah. Dalam laporannya, Kepala Balai Diklat Hukum dan HAM Jawa Tengah, Kaswo, menyampaikan pagu alokasi anggaran TA 2019. Kabadiklat juga menyampaikan perkiraan realisasi anggaran 2019 di triwulan I Balai Diklat Hukum dan HAM Jawa Tengah yang direncanakan mencapai angka 21.6%, serta menyampaikan kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan selama tahun 2019.
 
Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Jawa Tengah, Dewa Putu Gede, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan evaluasi dan pemantapan program ini, dan memberikan arahan terkait penguatan SDM sebagai roda penggerak organisasi, untuk tetap mempunyai semangat, ketahanan dan legacy bagi organisasi. Terkait dengan evaluasi kinerja, kakanwil berpesan agar setiap faktor yang menjadi kelemahan dalam pelaksanaan kinerja harus dipadukan dengan keberhasilan yang dicapai. Pesan berikutnya terkait dengan pemantapan program kerja pada tahun 2019 agar dapat dipetakan dan dilaksanakan sesuai dengan program yang sudah direncanakan. Evaluasi selanjutnya disampaikan oleh Kepala Divisi Administrasi, Susilo Pramono, yang memberikan saran bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara, kita harus bekerja dengan aktif, terbuka, dan transparan.
 
Terkait dengan pengelolaan anggaran, Kadivmin berpesan bahwa substansi harus berjalan dengan baik, karena sekarang penyusunan anggaran itu dari bawah ke atas. Tidak seperti sebelumnya, dari atas ke bawah. Meski sudah ada patokan berapa anggaran yang dikeluarkan, usulan belanja berasal dari permintaan Satuan Kerja yang bersangkutan. Lebih lanjut, beliau juga memberikan saran agar Latsar dan pelatihan CPNS nantinya bisa diberikan materi dasar-dasar perkantoran. Hal tersebut penting mengingat semakin berkembangnya zaman, pegawai baru perlu diberikan pelatihan untuk menghindari kesalahpahaman dan memelihara etika dan budaya santun sebagai Aparatur Sipil Negara. Materi evaluasi mengenai perencanaan program dan kegiatan selanjutnya disampaikan  oleh Kabag Program dan Humas, yang diwakili Kasubbag dan Pelaporan, Dedi Hartono,  menyampaikan bahwa tiap tujuan memerlukan target kinerja yang bisa diukur, dapat dicapai, dan memiliki batasan waktu yang jelas. "Dalam menentukan besaran gaji itu harus diperhatikan juga tingkat inflasi dan nilai tukar rupiah. Penyusunan belanja operasional harus memperhatikan efisiensi di dalamnya."
 
Terkait konsultasi dsn koordinasi harus dilakukan penghematan dan dialokasikan ke kantor-kantor yang lebih membutuhkan supaya tidak ada hutang jasa lebih dari  satu bulan. Metode pengukuran belanja operasional selain kebijakan makro dan mikro dapat juga dilakukan dengan menggunakan metode nilai historis, yaitu kebiasaan instansi dalam membeli barang tersebut. Evaluasi terakhir membahas nilai IKPA dan evaluasi terhadap pengelolaan kebendaharaan yang disampaikan oleh Kasubag Keuangan dan Pengelolaan BMN , Maria Titik Sumiyati, mewakili Kepala Bagian Umum yang berhalangan hadir. Disampaikan pula permasalahan pelaksanaan di Balai Diklat Hukum dan HAM Jawa Tengah adalah mengenai pertanggungjawaban UP yang melebihi batas waktu satu bulan.
 
"Bendahara harus bisa mengatur UP dengan baik, dan pelaksana harus bisa menyelenggarakan kegiatan dengan baik. Pagu minus harus diselesaikan dengan secepat-cepatnya."demikian disampaikan oleh Maria Titik.
KEMENKUMHAM #KolaborasiBerkinerja
 
"Always The Best"
 
 
Source : (Humas Badiklat Kumham Jateng)

 

 

 

02a119b6 b8ff 47e5 b234 d96bbd679c15

 

2ac996cd 887a 476b bfb7 2453e31a894a

 

03a18362 29fc 40d2 ad84 55650764b838

 

4d87e638 de48 418e 8880 0517dbd61557

 

7aaabe81 676a 43e3 a5d4 b8a3e0fe7b4e

 

077623b6 27c4 43ea b31e 9c072125bbf6

 

67154331 9110 46b5 9be9 a032ad4bdd43

 

c11162a0 9fa1 4635 820f 1f80f88087cc

 

ec55e843 6c1a 4768 9e67 b5c3c4b1544e